Kemenperin Meyakini Industri Kecil Menengah Bisa Manfaatkan Pasar Haji

Kemenperin Meyakini Industri Kecil Menengah Bisa Manfaatkan Pasar Haji

Jakarta (CVTOGEL)— Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meyakini industri kecil dan menengah (IKM) nasional memiliki peluang besar untuk memanfaatkan pasar haji yang nilainya sangat potensial setiap tahunnya. Keyakinan ini seiring besarnya kebutuhan produk dan jasa yang digunakan oleh jutaan jemaah haji dan umrah asal Indonesia.

Kemenperin menilai, pasar haji tidak hanya terbatas pada layanan perjalanan, tetapi juga mencakup berbagai produk industri seperti makanan dan minuman, perlengkapan ibadah, fesyen muslim, produk kesehatan, hingga suvenir khas Indonesia.

“Pasar haji sangat besar dan berulang setiap tahun. Ini peluang nyata bagi IKM untuk masuk ke rantai pasok haji dan umrah,” ujar pejabat Kemenperin dalam keterangan resminya.

Produk IKM Berpotensi Masuk Rantai Pasok Haji

Kemenperin menyebut sejumlah produk IKM yang berpeluang besar diserap pasar haji, antara lain:

  • makanan olahan dan bumbu instan halal,

  • pakaian ihram dan busana muslim,

  • sandal, tas, dan koper,

  • perlengkapan ibadah seperti sajadah dan mukena,

  • produk kesehatan dan herbal.

Produk-produk tersebut dinilai memiliki keunggulan dari sisi kualitas, keunikan, serta daya saing harga jika didukung standar dan sertifikasi yang tepat.

Dorong Standarisasi dan Sertifikasi Halal

Agar mampu bersaing dan masuk ke pasar haji, Kemenperin mendorong pelaku IKM untuk memperkuat standarisasi produk, termasuk sertifikasi halal, izin edar, dan peningkatan kualitas kemasan. Hal ini penting agar produk dapat diterima oleh penyelenggara haji maupun pasar internasional.

“Kami terus mendorong IKM naik kelas melalui pendampingan, sertifikasi, dan peningkatan kapasitas produksi,” jelas pejabat tersebut.

Sinergi dengan Kementerian dan Lembaga Terkait

Pemanfaatan pasar haji oleh IKM juga memerlukan sinergi lintas kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, serta Badan Penyelenggara Haji. Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka akses IKM ke sistem pengadaan barang dan logistik haji.

Selain itu, Kemenperin mendorong pembentukan klaster IKM agar mampu memenuhi permintaan dalam skala besar dan konsisten.

Dampak Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja

Kemenperin menilai keterlibatan IKM dalam pasar haji tidak hanya meningkatkan omzet pelaku usaha, tetapi juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan industri nasional. Dengan jumlah jemaah haji dan umrah Indonesia yang besar, pasar ini dinilai strategis dan berkelanjutan.

“Jika dikelola dengan baik, pasar haji bisa menjadi sumber pertumbuhan baru bagi industri kecil menengah,” kata pejabat Kemenperin.

Optimisme ke Depan

Kemenperin optimistis dengan dukungan kebijakan, pendampingan, dan sinergi antarpihak, IKM Indonesia mampu mengambil peran lebih besar dalam memenuhi kebutuhan pasar haji. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat industri dalam negeri dan meningkatkan nilai tambah produk nasional.