BPBD Evakuasi Seluruh Warga Batu Busuak Pascabencana Galodo

BPBD Evakuasi Seluruh Warga Batu Busuak Pascabencana Galodo

Batu Busuak, Sumatera Barat (initogel) — Kabut tipis masih menyelimuti perbukitan Batu Busuak ketika aktivitas evakuasi akhirnya dinyatakan tuntas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan seluruh warga terdampak bencana galodo telah dievakuasi ke lokasi aman, menandai berakhirnya fase paling genting dari peristiwa alam yang mengguncang kawasan tersebut.

Galodo—banjir bandang yang membawa material lumpur, kayu, dan bebatuan dari hulu—datang cepat dan meninggalkan jejak kerusakan yang tak ringan. Namun di tengah situasi darurat itu, keselamatan warga menjadi prioritas utama.

Evakuasi di Tengah Medan Sulit

Proses evakuasi tidak berlangsung mudah. Jalanan licin, akses terputus, dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Meski begitu, BPBD bersama unsur terkait dan relawan terus bergerak, menyusuri rumah-rumah warga satu per satu.

“Yang terpenting adalah memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” ujar seorang petugas BPBD di lokasi. “Kami menyisir hingga ke titik-titik yang sulit dijangkau.”

Warga lanjut usia, anak-anak, dan kelompok rentan menjadi prioritas dalam proses pemindahan. Beberapa harus dievakuasi dengan tandu sederhana, sebagian lainnya dipapah melewati jalur darurat.

Warga Selamat, Luka Masih Terasa

Meski seluruh warga berhasil dievakuasi, luka akibat bencana belum sepenuhnya hilang. Banyak rumah mengalami kerusakan, perabot hanyut, dan mata pencaharian terganggu. Namun bagi warga, keselamatan keluarga menjadi hal yang paling disyukuri.

“Kami kehilangan banyak barang,” ujar Yanti, warga setempat. “Tapi yang penting kami semua selamat.”

Di lokasi pengungsian, suasana campur aduk terasa. Ada kelelahan, ada kecemasan, tetapi juga ada rasa lega karena ancaman langsung telah berlalu.

Fokus Beralih ke Penanganan Lanjutan

Dengan tuntasnya evakuasi, BPBD menyatakan fokus kini beralih ke pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dan pendataan dampak kerusakan. Logistik, layanan kesehatan, serta dukungan psikososial menjadi perhatian utama.

Petugas juga terus memantau kondisi cuaca dan potensi galodo susulan. Warga diminta tetap berada di lokasi aman hingga situasi benar-benar dinyatakan stabil.

“Kami tidak ingin terburu-buru memulangkan warga,” kata petugas. “Keselamatan tetap nomor satu.”

Solidaritas di Tengah Bencana

Bencana galodo di Batu Busuak memunculkan kembali semangat gotong royong. Relawan berdatangan, dapur umum didirikan, dan warga saling menguatkan di tengah keterbatasan.

Di pengungsian, anak-anak mulai bermain dengan apa yang ada, sementara orang tua berbagi cerita tentang malam saat air datang tanpa peringatan. Cerita-cerita itu menjadi pengingat betapa rapuhnya manusia di hadapan alam, namun juga betapa kuatnya ketika saling membantu.

Belajar dari Alam

Galodo bukan peristiwa baru bagi wilayah perbukitan Sumatera Barat. Namun setiap kejadian membawa pelajaran penting tentang kewaspadaan, pengelolaan lingkungan, dan kesiapsiagaan bencana.

BPBD mengingatkan pentingnya pemantauan cuaca dan kondisi hulu sungai, terutama saat curah hujan tinggi. Edukasi kebencanaan di tingkat komunitas dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan risiko di masa depan.

Menatap Pemulihan

Kini, setelah seluruh warga Batu Busuak berada di tempat aman, perjalanan pemulihan pun dimulai. Tidak mudah, dan tidak singkat. Namun langkah pertama—menyelamatkan nyawa—telah berhasil dilakukan.

Di tengah lumpur yang masih mengendap dan rumah yang perlu dibenahi, ada satu hal yang tetap berdiri: harapan. Harapan bahwa dengan kebersamaan, Batu Busuak akan bangkit kembali, perlahan namun pasti.

Karena di balik bencana, selalu ada kisah tentang ketahanan manusia—dan tentang tangan-tangan yang tak lelah menolong sesama.